DEKRANASDA Craft Expo 2018

Bertempat di area Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Dekranasda Craft Expo 2018 dilaksanakan selama 3 hari, Kamis sampai dengan Sabtu tanggal 20 -22 Desember 2018 bertempat di Area Pendopo Kabupaten Garut. Acara ini merupakan sebagian dari rangkaian Peringatan Hari Dharma Wanita Persatuan Ke-19 dan Hari Ibu Ke-90 Tahun 2018.

Dekranasda Craft Expo merupakan gelaran pameran yang fokus pada industri kreatif dan usaha mikro, kecil dan menengah(UMKM) yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut untuk meningkatkan dan memperkenalkan produk kerajinan, produk kreatif dan produkjasa lainnya kepada masyarakat.

Selain itu Dekranasda Craft Expo merupakan ajang promosi yang strategis bagi produk Fashion, Aksesoris dan Kerajinan yang dihasilkan para pelaku UMKM Mandiri, maupun Mitra Binaan BUMN, BUMD dan Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan ekspor dan memperkuat pasar dalamnegeri.

Maksud dari Kegiatan ini adalah melaksanakan Pameran/ Promosi secara Terpadu antara Pemerintah Provinsi, Dinas Instansi Vertikal, Pemerintah Kabupaten/ Kota, Pelaku Usaha dan Kalangan Swasta lainnya melalui Kegiatan Dekranasda Craft Expo.

Tujuan dari Kegiatan ini antaralain : meningkatkan dan mengembangkan pembangunan di Bidang Industri, Investasi, Perdagangan, Pariwisata serta menggali potensi Produk Unggulan Daerah yang mampu bersaing di Pasar Global, memberikan kesempatan kepada Pengusaha Industri Perdagangan, Koperasi dan UMKM untuk mempromosikan produk jasa yang dihasilkan, menciptakan interaksi ekonomi antara masyarakat dengan para pelaku UMKM serta memberikan sarana rekreasi dan hiburan kepada masyarakat Kabupaten Garut dan sekitarnya.

Berkenaan dengan Acara tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut turut mendukung dengan memfasilitasi sebanyak 19 tenda untuk dipergunakan oleh PelakuUMKM mempromosikanproduknya.

Mini Bazaar Halal 2018

Dinas Koperasi dan UKM pada Tahun Anggaran2018 telah melaksanakan Kegiatan Pemberian Sertifikasi Halal bagi UMK. Kegiatan ini merupakan yang kedua kali setelah pada Tahun 2017 dilaksanakan pula kegiatan pemberian sertifikasi halal bagi 64 Usaha Mikro.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, terlebih dahulu dilaksanakan sosialisasi dengan melibatkan para pegiat dan Asosiasi UsahaMikro kemudian melaksanakan proses seleksi pesertadan untuk tahun ini ditetapkan sejumlah 34 (tiga puluh empat) peserta yang berasal dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Garut yang telah memenuhi persyaratan dan kriteria yang ditentukan.

Kegiatan Pemberian Sertifikasi Halal bagiUMK dilaksanakan mulai bulan Juli sampai dengan akhir November 2018 terdiri dari Kegiatan Bimbingan Teknis Sertifikasi Halal dan pelaksanaan survey lapangan oleh LP-POM MUI Provinsi Jawa Barat.

Pada Selasa, 18 Desember 2018 dilaksanakan Acara Penyerahan Sertifikat Halal dan Mini Bazaar Halal 2018 yang menampilkan produk Pelaku Usaha Mikro yang telah mendapatkan Sertifikat Halal pada Tahun 2017 dan 2018 yang seluruhnya berjumlah 98 Usaha Mikro dan sekitar 60 diantaranya telah mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produknya ke sentra oleh-oleh diluar KabupatenGarut, rest area dan e-commerce.

Penyerahan Sertifikat Halal secara simbolis diberikan oleh Bapak Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH., MP kepada perwakilan Usaha Mikro yang berasal dari Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamtan Selaawi. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Kepala Bidang Produk Halal MUI Prov. Jabar, Ketua Baznas Kabupaten Garut dan perwakilan SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.

Dalam laporan yang disampaikan oleh KepalaDinas Koperasi dan UKM, Kegiatan yang dilaksanakan bermaksud untuk meningkatkan daya saing produk Usaha Mikro secara komparatif dan kompetitif untuk mewujudkan citra produk lokal yang terjamin secara kualitas dan kehalalan nya.

Adapun yang menjadi tujuannya adalah memfasilitasi pelaku Usaha Mikro untuk mendapatkan sertifikasi halal secara gratis, mendukung terwujudnya Garut sebagai Kabupaten Halal serta menyediakan sarana promosi dan pemasaran bagi produk Usaha Mikro yang telah tersertifikasi halal.

Temu Bisnis KUKM Karawang Garut

Selasa, 12 Desember 2018, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang dengan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Bapak Drs. Asep Junaedi, M.Pd membawa sekitar 40 (empat puluh) pelaku Usaha Mikro dan Koperasi yang tergabung dalam AKUM (Asosiasi Koperasi dan Usaha Mikro) yang dibentuk atas fasilitasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang dengan Ketua AKUM saat ini dijabat oleh Ir. Khaerudin.

Penerimaan rombongan dilaksanakan di Gd. Parigel oleh Kabid Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Mikro, Ibu Erna Sugiarti, SE., MM yang dalam sambutannya menyampaikan antusiasme dan harapan yang positif dalam acara yang dikemas dengan Tema Temu Bisnis Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Karawang dan Garut, akan mewujudkan jalinan kemitraan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

Demikian pula halnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karawang menyampaikan keragaan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Karawang dan beberapa produk khas yang dihasilkan serta turut menyambut baik terbukanya berbagai bentuk wujud maupun pola kemitraan diantara para Pelaku Usaha. Acara dilanjutkan dengan sesi Presentasi Usaha dan Produk oleh perwakilan dari masing-masing Kabupaten yang dipandu oleh Ketua Koperasi Mitra Usaha Parigel, Edwin Januar dan Ketua AKUM.

TM Mini Bazaar Halal

Dinas Koperasi dan UKM pada Tahun Anggaran2018 telah melaksanakan Kegiatan Pemberian Sertifikasi Halal bagi UMK. Kegiatan ini merupakan yang kedua kali setelah padaTahun 2017 dilaksanakan pula kegiatan pemberian sertifikasi halal bagi 64 Usaha Mikro.

Penyerahan Sertifikat Halal kepada 34 PelakuUsaha Mikro direncanakan secara simbolis akan diserahkan oleh Bapak Bupati Garut. Untuk mendukung Acara tersebut, dilaksanakan pula Mini Bazaar Halal yang menampilkan 34 Produk Usaha Mikro yang telah mendapatkan sertifikat Halal pada Tahun 2018 dan diikuti pula oleh perwakilan peserta yang mendapakan Sertifikat Halal pada Tahun 2017.

Kegiatan direncanakan untuk dilaksanakan pada Hari Selasa, 18 Desember 2018 bertempat di Gedung Parigel mulai pukul 08.00 WIB sd. 16.00 WIB dan untuk Mini Bazaar Halal, Para peserta akan memberikan potongan harga atas produknya bagi pengunjung yangberminat untuk membeli produknya.

Study Banding Wirausaha Baru Kabupaten Bogor

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor berencana untuk melaksanakan Study Banding ke UMKM di Kabupaten Garut, Tasik, Ciamis dan Pangandaran. Setelah adanya penyesuaian jadwal, Kunjungan Study Banding dilaksanakan pada 27 November 2018.

Agenda kunjungan pertama yaitu ke Chocodot World (PT. Tama Cokelat Indonesia). Para peserta mendapatkan wawasan dan motivasi dari sejarah perjalanan perkembangan usaha dengan brand Chocodot milik Kiki Gumelar ST., M.Par.

Rombongan sejumlah 60 orang yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas KUKM Kabupaten Bogor, diterima secara kedinasan di Gedung Parigel oleh Kepala Bidang Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut.

Setelah dilaksanakannya penerimaan, para peserta beristirahat untuk sholat dan makan siang kemudian dilanjutkan kunjungan lapangan ke tempat tujuan Study Banding terakhir di Kabupaten Garut yaitu dan Style Leather di Kawasan Industri Kerajinan Kulit Sukaregang.

Kegiatan dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan menggali inovasi bagi peserta Pelatihan Penumbuhan Wirausaha Baru Kabupaten Bogor Tahun 2018, yang dilaksanakan dalam 7 (tujuh) Angkatan. Dari masing-masing angkatan, Peserta Pelatihan kemudian diseleksi dan bagi yang memenuhi persyaratan diikutsertakan pada Study Banding sebagaimana dimaksud.

Training Punia Online

Punia Online adalah sistem online yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk mencatat dan mengelola usahanya sampai menjadi laporan keuangan. Sistem ini mengadopsi Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) untuk perusahaan besar yang operasionalisasinya disederhanakan dan terintegrasi dengan sistem pembinaan yang dapat memonitor perkembangan usaha UMKM.

Dengan difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut (19/11/2018), Tim dari Punia Online melaksanakan training bagi pelaku UMKM di Kabupaten Garut yang telah memilih Punia sebagai sistem online yang digunakan untuk mengukur perkembangan usahanya, mengenali potensi diri UMKM dan menganalisa kapasitas usahanya untuk optimalnya suatu proses bisnis.

Sistem ini memiliki keunggulan teknologi yaitu data yang aman tersimpan di cloud internet dan bisa dikses kapan saja dengan otorisasi pemiliki akun. Adapun fitur yang disediakan oleh Sistem Punia diantaranya Master Data, Modul Kelola Usaha UMKM, Modul Transaksi dan Laporan Keuangan, Aplikasi Mesin Kasir dan Toko Online.

Untuk Fitur Pembinaan, tersedia fasilitas pertemanan dengan komunitas UMKM, penyediaan Informasi Ajang Pameran dan Pelatihan serta Informasi Teknologi untuk UMKM dan Fitur Kemudahan Penyajian Laporan Keuangan Perusahaan.

Magang UMKM Kabupaten Cirebon

Sebelumnya, pada 05 Oktober 2018 Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon telah melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Garut dalam rangka Survey Kegiatan Fasilitasi Permasalahan Proses Produksi UMKM.

Maka pada 14 dan 15 November 2018 dilaksanakan Kegiatan Magang Produksi Dodol Buah dengan mengambil tempat di Pabrik Produksi Dodol Baraya milik H. Iwan Riana yang berlokasi di Kecamatan Samarang dengan Pelaku UMKM sebagai Peserta dari Kabupaten Cirebon sebanyak 15 orang.

Sebagaimana diketahui, bahwa dalam satu kali masa panen buah mangga di Kabupaten Cirebon, menghasilkan jumlah yang melimpah. Oleh karena hal tersebut, perlu dilakukan upaya untuk memberikan nilai tambah atau menghasilkan produk dengan bahan dasar buah mangga untuk memberdayakan dan mengembangkan Pelaku UMKM makanan olahan di Kabupaten Cirebon.

Adapun rombongan tiba di Kabupaten Garut pada 13 November 2018, dipimpin oleh Bapak Dedi Nurul Sudjudi A. selaku Kepala Dinas, diterima secara resmi oleh Kepala Bidang Pengembangan Usaha Dinas Koperasi dan UKM, Ibu Erna Sugiarti, SE., MM di Kantor Dinas Koperasi dan UKM, Jl. A. Yani No. 218 Garut (pindah sementara dari Jl. Pahlawan No. 49 Garut) dan Pelepasan rombongan kembali ke Kabupaten Cirebon, dilaksanakan di Gd. Parigel pada 16 November 2018.

KKNM Universitas Padjadjaran 2018

Dengan terbentuknya kawasan ekonomi terintegrasi di wilayah Asia Tenggara yang dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC), Indonesia dan sembilan anggota ASEAN lainnya memasuki persaingan yang sangat ketat di bidang ekonomi.

Pada dasarnya, MEA merupakan wadah yang sangat penting bagi kemajuan negara-negara ASEAN dalam mewujudkan kesejahteraan sehingga keberadaannya harus disikapi dengan positif. Diharapkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara bisa berkompetisi dan bisa menempatkan ASEAN masuk ke dalam pasar terbesar di dunia.

Berkenaan dengan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) terintegrasi Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran Tahun 2018, maka dilaksanakan Sosialisasi Kesiapan dan Daya Saing Daerah Provinsi Jawa Barat dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut bagi sebanyak 40 orang peserta (13/11/2018).

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan berupa panel diskusi, dengan pembicara yang membahas mengenai Kesiapan dan Daya Saing Daerah Provinsi Jawa Barat dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan potensi yang dimiliki para Pelaku UMKM agar mampu menghadapi persaingan Ekonomi ASEAN.

Target dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran umum mengenai pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kondisi persaingan ekonomi ASEAN pasca berlakunya MEA secara umum dan bagaimana dampak persaingan ekonomi pasca berlakunya MEA bagi UMKM di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut.

Adapun pembicara atau narasumber merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Ibu Prof. Dr. An An Chandrawulan, SH., LL.M dan acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Mikro, Ibu Erna Sugiarti, SE., MM.

Narasumber menyampaikan bahwa penting adanya untuk memahami MEA dan tingkat persaingan dalam Ekonomi ASEAN serta perlunya rasa percaya diri para pelaku UMKM untuk menghadapi persaingan Ekonomi ASEAN. “Jangan melihat MEA sebagai ancaman, tetapi lihatlah sebagai peluang”, seperti yang disampaikan Ibu Prita Amalia, SH., MH.

Adapun kegiatan ini difasilitasi oleh Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjdjajaran Kampus Garut yang sebelumnya dikenal sebagai AKPER Pemkab Garut yang pada kesempatan tersebut juga melakukan cek kesehatan gratis bagi para peserta.

 

Kunjungan Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya

Dengan dipimpin oleh Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Bapak H. M. Firmansyah, SH., MH, sebanyak 60 orang pelaku UMKM dari Kota Tasikmalaya mengunjungi Kabupaten Garut. Rombongan diterima oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM  Kabupaten Garut, Drs. Eko Yulianto., MP di Gd. Parigel (08/11/2018).

Turut serta dalam rombongan, Lurah Setiamulya dan Camat Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Seluruh Pelaku UMKM tersebut berasal dari satu kelurahan yang telah mendapatkan pelatihan selama 2 hari oleh Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya.

Pada hari ke-3 dilaksanakan Benchmarking ke Kabupaten Garut, diantaranya bertujuan untuk meningkatkan daya saing Produk Usaha Mikro Kota Tasikmalaya dengan melihat dan belajar dari perkembangan UMKM di Kabupaten/ Kota lain.

Para pelaku UMKM yang turut serta merupakan UMKM pemula dari berbagai bidang usaha. Diharapkan, melalui Kegiatan Pelatihan Manajemen Pemasaran bagi Usaha Mikro Tahun Anggaran 2018 yang merupakan implementasi Program Pengembangan Induk Wilayah Kecamatan di Tasikmalaya, dapat memotivasi peserta untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya melalui suatu inovasi.

Untuk melengkapi pengalaman kunjungan ke Kabupaten Garut, para peserta difasilitasi dalam tour singkat mengunjungi PT. Dodol Picnic Garut dan PT. Tama Cokelat Indonesia guna mengetahui proses produksi, pemasaran dan sejarah perkembangan kedua perusahaan tersebut.

HUT Kabupaten Pangandaran Ke-6, 2018

Pelaksanaan Pameran Industri Kreatif (Kerajinan dan Kuliner) atau Pameran Pembangunan Pangandaran Hebat dan Produk Unggulan UMKM Priangan merupakan media untuk meningkatkan nilai tambah, melalui publikasi produk Industri Kreatif Priangan Timur kepada khalayak.

Kegiatan dimaksud dilaksanakan tanggal 25 sampai dengan 27 Oktober 2018 bertempat di Lapang Grand Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi pada Acara yang dikemas sebagai Pesona Parahiyangan Expo 2018 yang bertemakan entreupreneurship untuk menggali dan memamerkan produk-produk kreatif se-Priangan Timur yang diprakarsai oleh Bakorpembang IV dengan Penyelenggara Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran.

Dengan mengandalkan Armada Mobil Promosi (Parigelmobile), produk UMKM Mitra Parigel cukup mendapatkan perhatian pengunjung, terutama untuk Produk Kopi Arabika Garut dari @blessingcoffee13 dan Kopi Kawangi, yang dapat dinikmati secara langsung oleh Barista Parigel.

Adapun konten Acara diantaranya Simbolis Serah Terima Sertifikat BTS Pelatihan Keselamatan Dasar Nelayan, Simbolis Serah Terima Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA), Karnaval/ Bazaar dan Expo UMKM dari tiap Kabupaten/ Kota di Wilayah Priangan Timur.