Parigel Culinary

Parigel Culinary merupakan wujud kerjasama dan kepedulian Bank BRI cabang Garut yang telah memberikan bantuan sarana pengembangan usaha berupa tenda sebanyak 16 unit kepadaDinas Koperasi dan UKM yang kemudian dioptimalkan pemanfaatannya oleh para pelaku UMKM melalui Manajemen Parigel Culinary.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan meningkatkan daya saing produk UMKM kabupaten Garut khususnya di bidang kuliner melalui kegiatan promosi dan pemasaran serta mengembangkan jaringan bisnis dan kemitraan diantara pelaku UMKM.

Parigel Culinary bertujuan pula untuk mendukung pengembangan usaha para pelaku UMKM non kuliner kabupaten Garut khususnya yang telah memanfaatkan fasilitas gedung parigel untuk kegiatan promosi dan pemasarannya.

Berdasarakan rencana, kegiatan dilaksanakan untuk satu tahun pertama sesuai dengan program kerja Manajemen Parigel Culinary yang telah disepakati secara bersama dengan Dinas Koperasi dan UKM serta mitra Parigel Culinary bertempat di halaman gedung parigel, buka dari hari senin sampai dengan sabtu dengan jam operasional mulai pukul 10.00 wib sampai dengan pukul 21.00 dan khusus di bulan ramadhan, jam operasional dimulai pukul 15.00 wib sampai dengan pukul 21.00.

Martabak IDOLA ti Garut

Sore hari di Garut sangat lah menyenangkan, terlebih di barengi dengan suasana yang indah dan udara yang sejuk pas untuk kita jalan jalan sore. Keramaian sore hari di Garut pun tidak kalah seru dengan dibarengi jajanan yang bisa kita beli di sekitaran jalan utama kota Garut, dengan berbagai jenis kudapan ringan sampai berat mulai di gelar, salah satu yang banyak kita ditemui adalah gerai Martabak. Salah satu gerai martabak yang di jual oleh Kang Didit ini salah satunya. Kang Didit, adalah dari Cilawu, lulusan STM Pasundan Garut, setelah lulus sempat kerja di Perusahaan food frencise  dari luar negeri, hampir 5 berkerja di daerah Bandung. Terus memutuskan untuk usaha sendiri karena ingin mandiri dan akhirnya pulang ke Garut. Dengan dukungan sangat istri akhirnya Kang Didit pun pulang kampung untuk mengikuti Jejaki orang tua berbisnis makanan. Berawal membantu orang tua di daerah Samarang dan beberapa jenis makanank, seperti martabak, es goyobod dan ganti roti bakar.
Resep didapat dari orang tua yang di modifikasi oleh Kang Didit, sambil belajar dan terus melakukan pengambangan resep yang baru menjadi stragegi Kang Didit. Sehingga setelah yakin dengan kemampuan yang di miliki dalam meracik resep martabak, akhir nya Kang Didit bersama istri membuka gerai martabak nya di Jalan Raya Cimanuk Pedes No.25 Tarogong Kidul Garut dengan detail gerai yang di dominasi warna kuning dan oranye.

Sambil membuat martabak untuk pembelinya langsung oleh tangan Kang Didit, dia juga sambil bercerita berdasarkan pengalaman. Salah satunya dalam berbisnis kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai keadaan baik saat omset kurang atau tinggi ujar Kang Didit. Hal ini diperlukan untuk mengatur perputaran urang bisnis. Selain Strategy promosi yang bersifat insidensial juga diperlukan untuk meningkatkan penjualan. Sehingga setalah beberapa lama kita akan tau tren penjualan dari usaha kita. Misalnya jika hari kerja penjualan itu biasa di tutupi oleh omset di awal bulan dan hari libur dimana peningkatan dari penjualan martabak milik Kang Didit. 
Martabak yang di sediakan ada dua macam manis dan asin telor. Andalan kang Didit di martabak manis nya adalah kulit martabak yang lembut dan tidak keras bahkan kelembutannya bisa bertahan lama, sangat enak dengan variant keju susu, kacang cokalat. Kita coba makan di sajikan dengan susu yang manis cocok buat cemilan sore atau malam hari. Nah kita coba makan martabak telor ayam nya, ini terasa sangat gurih dan nikmat di padu dengan daging yang sudah di bumbui sebelumnya. Rasa martabak telor yang terasa gurih dan komposisi yang pas dengan bumbu merica, pas buat cemilan atau cocok pula jadi teman nasi buat makan kita.
Variasi pilihan martabak Idola buatan langsung Kang Didit ini cukup banyak: rasa durian, ketan, strawberry, blueberry, kacang, coklat, dan banyak kombinasi martabak manis lainnya. Untuk martbak asin dengan pilihan telor ayam atau bebek dengan kombinasi daging yang bisa di pilih yakni ayam, sapi dan kornet.

Kang Didit menyarankan harus tetep semangat, pantang menyerah dan tetap ulet. Karena bisnis adalah suatu hal yang serius dan membutuhkan komitment ungkap Kang Didit. Harapan kang Didit ke depan bisnis bisa berkembang berkelanjutan dari omsetnya. Nah penasaran sama Marbak Idola, kita bisa langsung datang take away atau bisa pesan di 0822-4042-9191 untuk langsung di ambil atau bisa pesan lewat gojek online lokal #Garut.

Nyusu di Chima Milk

Berbagai jenis bisnis kuliner dari makanan dan minuman terus bermunculan dengan inovasi dan kreasi yang mencoba menarik pembeli. Jenis minuman yang sering kali kita dengar dalam slogan empat sehat sehat lima sempurna yaitu minuman susu. Susu sapi memiliki kandungan protein yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Jenis fresh milk, atau dalam kemasan bayak kita temui di tempat jualan. Nah! Sekarang kita coba kilas mengai Gerai susu yang ada di jalan cimanuk Garut. Gerai susu Chima Milk ini adalah dimiliki oleh Ardi, seorang lulusan sarjana Fisip Unpad Jurusan Hubungan International. Setelah lulus Kang Ardi semapat kerja dalam project traning outbond dan kegiatan outdoor. Karena pekerjaannya bersifat freelance, atau tidak menentu dan susah mendapatkan pekerjaan tetap. Akhirnya melalui dengan dorongan orang tua Kang Ardi memutuskan untuk berbisnis dengan menggunakan tempat yang ada di Cimanuk Garut. Di awal sempet mencari idea bisnis dari coffee shop dan survey bisnis di lokasi sekitaran Cimanuk. Tapi akhir nya setelah berdiskusi dengan adik memutuskan untuk buat cafe susu. Kebutulan Kang Ardi ini suka masak jadi selalu belajar otodidak untuk menu kreasi kang Ardi. Sambil mempersiapakn gerai yang akan di buka Kang Ardi pun terus mencari sumber susu dari pusat perahan susu sapi di sekitaran Garut, dengan strategy stock harus tetap fresh, kwalitas yang prima.

Gerai yang bernama Chima Milk ini di inspirasi dari lokasi tempat jualann yang berada di jalan Cimanuk, mulai Januari 2015 dibuka, dengan interior didominasi aksen kayu dan menu dengan konsep minuman susu dari fresh milkshake, milkshake, minuman fresh milk yang sehat dan nikmat baik untuk kesehatan. Tempat yang pas untuk kumpul bersama keluarga dan putra purti, atau bersama sahabat. Disedikan pula wifi gratis ada musik kekinian agar konsumen betah berlama-lama. Nah! klo lagi lapar bisa pesan menu makanan ala barat seperti pasta, katang goreng dengan sosis, chiken wings. toast, ice cream dan dessert. Saat ini sudah tersedia makanan dengan menu nasi hali ini dikarenakan banyak permintaan Konsumen terhadap menu nasi. Jadi salah satu nya adalah produk andalan Kang Ardi adalah ayam bakar sambel matah (Sambel Bali yang berisi potongan mentah dari bawang, daun jeruk, cabe rawit, minyak) ayam nya yang terasa gurih, asin dan manis nya pas…  wajib di coba.
Menurut kang Ardi dalam bisnis kuliner kita harus selalu Inovasi dan produk yang sesuai trend konsumen.. Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru tapi tetep mempertimbangkan sumber data yang dimiliki dan potensi Pasar. Setelah itu baru memperkenalkan product yang sudah di buat, agar konsumen tahu, dan tertarik membeli. Hal ini di lakukan untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Harapan ke depan punya cabang di luar kota Garut. 
Kita bisa dateng untuk makan di tempat atau take awal di Jalan Cimanuk no.65 Jayaraga Tarogong Garut dan Delivery order melalui 081394847100 follow IG untuk informasi produk dan promosi di  @chimamilk

Kopilogi na Garut

Trend warung kopi sudah ada sejak dulu, namun saat ini bagai kemajuan dan modifikasi warung kopi yang lebih kekinian pun banyak kita temui di sekitar kita. Menjamurnya warung kopi atau coffee shop ini juga melanda di Kota tercinta kita Garut, yang mencoba memberikan produk dan layanan terbaik untuk penggemar kopi. Salah satu yang gerai kopi di Garut adalah Kopilogi. Coffee shop ini di usung oleh pemuda bernama Shendy, ia adalah lulusan akutansi dari salah satu univeristas swasta di Bandung.  Setelah lulus langsung kerja di salah satu bank swasta di Bandung, selama satu tahun. Akhirnya karena merasa nyaman tinggal di Garut, dengan mempertimbangkan lingkungan dan suasana lebih nyaman, akhirnya mulang ka Garut. “Klo mo cari uang mending di Garut karena potensi dan peluangnya masih banyak yang bisa di kelola”: ungkap Shendy. Setelah beberapa lama di Garut akhirnya dapat kerja di salah satu klinik pratama. Namun karena merasa suka bisnis, Shendy tetap mau berjualan, hal ini dilakukan sejak kuliah, mulai bisnis Online fashion dan storenya, karena kurang control management, yang tidak sesuai dengan harapan akhirnya di bangkrutkan, setelah itu banyak jenis barang lainnya yang pernah ia jual


Shendy penyuka kopi, dan tertarik dengan Late Art dari youtube channel. Sejak itu Shendy mulai belajar sendiri tentang kopi dan beli alat manual untuk Late Art.
Berawal dari obrolan dengan saudaran akhirnya memutuskan untuk buka kedai kopi atau istilah barat “coffee shop”. Dengan modal otodidak itu, memutuskan buka kopi shop di depan rumah, mulai pindah ke Food Court Sukaregang. Usahanya ini mulai dengan brand KOPILOGI, dengan folosifi otididak. Yang jadi ciri khas dari Kopilogi adalah harus pake kopi Garut saja sebagai bahan dasar kopi. “Mulai berbisnis jangan takut gagal, Just Do It” ungkapkan Shendy. Selalu jadi pribadi yang rendah hati, positif thinking dalam sagala hal, dan kita harus terjun langsung, bersama team.

Bulan Januari 2017 Gerai Kopilogi bisa kita datangi di jalan, Cikuray no.42 Garut Kota. 
Nuansa hitam dengan aksen kayu yang berkesan simple dan kekinian. Kita bisa pilih area duduk indoor yang langsung bisa liat barista beraksi dan out door sambil menikmati udara Kota Garut. Asyik nya kita bisa menikmati view sedikit bangunan tua di depan gerai Kopilogi. Tempat ini selalu tampak ramai terlebih jika weekend. Kita di suguhi pilihan menu andalan seperiti minuman yakni Capucinno Float, dan Green tea late.  Menu pilih jenis kopi Espresso, Frappe, ada juga non kopi, jenis soda, teh, milkshake dan aneka Juice. Makan berat juga ada nasi goreng, pasta, indomie dan roti. 
Harga yang cukup terjangkau dengan tempat hang out yang asyik untuk menikmati malam, bersama teman, sahabat atau keluarga. Harapan kedepan ingin buka banyak cabang Kopilogi dengan membawa kopi Garut di kota besar di Indonesia bahkan International ungkap Shendy.

Bakso Malang Pendhowo Garut

Bakso Malang Pendhowo Garut

Bakso adalah salah satu makanan yang menjadi favorit masyarakat Garut, dengan berbagai macam jenis dan variasi bumbu mencoba memikat pencinta bakso. Salah satu jenis bakso yang juga terkenal adalah dengan sebutan bakso Malang. Disini kita akan bercerita tentang bakso buatan Mas Yayat, lulusan SMA majenang Cilacap. Setelah lulus sekolah menjadi salah satu Karyawan pada perusahaan ban diwilayah Cikarang selama 2, tapi terkena PHK, dikarenakan perusahannya bangkut. Dia pun terus cari keja sampai ke Brunei Darusalam, menjadi TKI bidang kuliner selama satu tahun. Namanya juga negeri orang Mas Yayat tidak betah tinggal di Brunei dan pulang ke Indonesia lagi. Di tahun 2002 mulai tinggal di Garut membantu dagangan milik pamannya berjualan di Ceplak. Menikah dengan gadis Garut dan memutuskan, bisnis distribusi sepatu buatan local dari daerah Warung Peuteuy selama 10 tahun. Dikarena mulai banyak saingan Mas Yayat akhirnya banting setir buka gerai bakso malang di daerah Pasawahan.

Dengan modal pengalaman membantu paman nya jualan bakso malang. Akhirnya Mas Yayat mulai meracik komposisi menu bakso Malangnya sendiri. Resep yang sudah ada terus dimodifikasi untuk menjadi lebih baik, sehingga konsumen senang. Gerai bakso bernama PENDHOWO yang dia ambil dengan pertimbangan Mas Yayat memiliki saudara laki-laki lima orang. 
Selang satu tahun akhir nya gerai bakso malang sekarang di daerah yang lebih ramai Jln Cimanuk no.157 dekat perempatan Gordah. Ketika kita datang ke Gerai Bakso Malang Pendhowo yang sederhana bernuansa merah dan kuning cerah.  
Bakso urat menjadi produk andalan gerai ini. Ketika disajikan dengan kuwah panas yang di tambah bumbu racikan sendiri yang sangat wangi dan mengundang selera makan. Kita makan bakso uratnya, enak terasa banyak urat nya ketika di kunyah. Bakso andalan ini dinamai bakso si urat nikmat. Nah! produk andalan lainya adalah terus bakso goreng dan pangsit gorengannya sangat renyah dan gurih, buatan tangan Mas Yayat sendiri. Klo, sudah makan patinya ingin nambah. 
Selain itu ada somay basah yang juga enak. Pilihan lain nya ada mie dan bihun sebagai tambahan. Pokoknya bakso malang Mas Yayat ini tidak kalah dengan yang ada di kota Bandung loch…Datang langsung menikmati bakso malang Pendhowo atau kita bisa pesan untuk acara seperti resepsi, ulang tahun, atau acara keluarga lainnya melalui No 082118010000

Sate Domba- Rizky

Ferdiansyah lahir di Sukabumi, yang sekarang tinggal di Garut, karena Istrinya orang Garut jadi wae urang Garut. Kang Ferdiansyah membuka peluang usaha di bidang kuliner sate, sudah kurang lebih 10 tahun, sekarang dibantu 4 karyawan.

Kang Ferdiansyah memutuskan jualan sate khas Garut dengan Merk Rizky yakni nama putranya sendiri. Dulu sebelum membuka gerai, dia melakukan survey market dari produk yang sudah ada di Pasaran, hal ini untuk melihat potensi dan persaingan yang ada. Kegiatan survey market ini Kang Feridansyah lakukan juga sampai saat sekarang.

Setelah melakukan survey, Kang Ferdiansyah memutuskan untuk mengambil peluang usaha kuliner Sate Domba. Sate Domba ini diambil dari ciri khas daerah Garut yang terkenal dengan Domba Garutnya. Sehingga mulai dari tahun 2000 berawal dari jualan kecil-kecilan di halaman rumah, terus menjadi banyak pembeli yang menjadi pelanggan setia. Hal yang unik dari pelanggan Sate Rizky ini mereka 80% pelenggan yang datang dari luar kota Garut. Para pelancong datang berwisata ke Garut mencari hal unik salah satunya Sate Domba. Terlebih lokasi Gerai Sate Rizky yang strategis, berada di jalan Raya menuju kawasan wisata cipanas, sehingga tidak susah untuk menemukan gerai Sate Rizky untuk para pensumen maupun wisatawan.

 
Saat mendatangi gerai Sate Rizky terlihat miniature domba Garut yang unik tampak besar dan gagah terpajang di depan Gerainya. Di Sate Rizky menu favorit miliki kang Ferdiansyah ini adalah sate domba, tongseng domba, yang menjadi menu utama yang paling banyak di beli konosumen. Resep yang dipakai, semua ada di pasar rakayat, tapi beda tangan dan komposisi racikan sang Istri yang menjadi khas ujar Kang Ferdiansyah. Begitu pula dengan bahan baku yang diambil, banyak tersedia di pasar tradisional tapi yang membedakan, sistem beli ekoran dalam keadaan hidup. Saya juga langsung terjun langsung dari pemilihan domba atau kambing muda, sampai potong sendiri sahut Kang Ferdiansyah. Hal ini dilakukan untuk menjaga reputasi dan keberlangsungan bisnis kita.   Management stock harus bener-benar di perhatian untuk menjaga cashflow dan produk yang di jual selalu segar. Dalam satu minggu sekitar 1-2 ekor kambing habis di jual terlebih hari libur banyak pelancong yang datang. 

Dalam berbisnis yang penting jangan kecewain konsumen. Salah satunya menyesuaikan diri dengan kebetuhan konsumen atau pelenggan kapan dimana pun itu. Sebagai contoh pantang tutup jika ada pelanggan datang meskipun larut malam, saran Kang Ferdiansyah. Klo bisnis sudah berjalan namanya usaha pastinya ada persaingan, kita harus tahu bagaimana caranya bersaing sehat di sesama penjual, jangan saling menjatuhkan. Jika berbisnis dagang harus siap sagalanya, menghadapi periode sepi sampe rame, persaingan, kita harus hadapi dengan kesabaran dan penuh syukur. 

Sambil berbincang kita coba makan sate domba, yang disajikan langsung, tercium wangi nya sedap dan khas membuat kita menjadi lapar. Sate yang di bakar lalu disajikan dalam hotplate bersama plihan bumbu kacang, dan kecap, tomat, bawang dan rawit. Saat dimakan satenya lembut tidak bau kambing. Dengan tambah kecap manisnya… Enak pisan, pas di mulut, di tambah bumbu kacang yang kental dan gurih.
Terus kita bisa coba menu tongseng andalan kambing nya. Tampak kuning dan ketika makan terasa ringan dimulut dengan kombinasi bumbu yang pas. Terasa gurih, enak pisaan, ditambah nasi. Dipastikan ketagihan untuk makan tongseng kambing di Sate Rizky. 


Obroalan berlanjut dengan harapan kedepan yakni usaha terus berkembang tapi tidak ingin buka cabang, agar menu dan layanan terjaga, jadi Kang Ferdiansyah Ingin fokus membesarkan usaha nya di satu tempat. Disitu ada kemauan disitu ada keberhasilan dengan inti utama kejujuran, saran kang Ferdiansyah.

Di gerai kita bisa memakan menu sajian Sate Rizky dari berbagi jenis sate, Sop, bebek dan ayam bakar, Steak, aneka kerecek yang beralamat di JL. Raya Cipanas depan SD Langensari samping Indomart. Bisa juga delevery order untuk daerah sekitar No. 0821-1384-9555 (WA)

Bakso Tulang Sumsum Kekinian M.Ebeng

Gilang sempat berpengalaman bekerja di beberapa tempat kurang lebih 8 tahun setelah lulus dari SMA 15 Garut. Pada akhirnya memutuskan untuk mencari peluang yang lebih menantang yakni berbisnis, yang mendapat dukungan dari sang istri, mulai berbisnis setelah melakukan penikahan mereka di bulan Desember 2015. Sang Istri sangat mendukung Gilang untuk berbisnis kuliner, terlebih dia memiliki latar belakang keluarga yang usaha di bidang catering. Pikir Gilang bisnis kuliner bidang bakso cukup menjanjikan. Terlebih untuk konsumen orang Garut, Gilang melihat bahwa bakso merupakan makanan Favorit setelah makanan berat yakni nasi. Hal ini Gilang diskusikan dengan istri, keluarga buat usaha di bidang bakso. Usaha nya ini diberi nama Mang.Ebeng, dimana Ebeng adalah nama panggilan Gilang sejak di bangku SMA. Dengan brand Mang Ebeng, jika di dengar M.Ebeng cukup mengambil perhatian, karena berkesan simple dan nyeleneh.  Akhirnya sambil kontrak rumah yang menjadi Gerai pertama M. Ebeng buka di daerah Karangpawitan di sekitaran pabrik. Mulai jualan produk bakso buatan sang istri yang sudah memiliki keahlian masak-mesak. Tapi dari hasil evaluasi Gilang memutuskan harus segera tutup gerai bakso miliknya yang sudah buka selama 4 bulan ini. Dengan mempertimbangkan lokasi di jalan utama, alias tidak strategis, sehingga penjualan yang tidak menutup operasional. Keputusan bangkrut ini tidak membuat Gilang patah semangat, tetap berusaha untuk bangkit kembali untuk berbisnis. Suami istri ini berdiskusi dengan kaka ipar, akhirnya memutuskan untuk membuka bakso bersamaan dengan warung nasi Ujung rasa. Sehingga selama enam buĺan setelah tutup, buka kembali dengan lokasi baru di Jalan Raya Cipanas, samping SD Langensari. 

Dengan konsep menjual bakso seperti bakso pada umumnya. Awal bulan Februari ketika Gilang sambil nunggu jualan baksonya. Terlintas sumsum, langsung di cek di social media sekitaran Garut, idea bakso tulang sumsum ini belum ada di Garut.
Market yang masih kosong segera di ambil Gilang untuk, menjadi peluang usahanya.
Dia meminta sang Istri untuk belanja satu “Balung” tulang untuk test market. Pembeli pertama dan konsumen selanjutnya memberikan respon baik atas menu baru M.Ebeng. Tangtangan terbesar adalah bagaimana cara memperkenalkan sebuah produk miliki kita ungkap Gilang. Dengan efektif an efisien, yang menjadi buah bibir Melalu social media Gilang pun gencar mempromosikan produk barunya. Dengan pengenalan photo produk ke networking yang sudah di miliki, saudara, temen dan realasi lainnya. Dibuat penasaran, konsumen Garut pun langsung datang mencoba bakso tulang sumsum milik Gilang. Lambat laun melalui promosi social media, orang mulai banyak konsumen yang berdatangan.

Gerai bakso M.Ebeng baru ini cukup strategis, yakni di jalan utama menuju kawasan Cipanas. Sehingga tidak sulit menemukan tempat jualanya. Saat kita datang menemukan Gerai sederhana bernuansa bambu, dimana pelanggan bisa duduk lesehan. Kita bisa menikmati kuliner bakso pada umum nya.  Namun ketika makan daging tetelan dari dari tulang terasa sensasi beda.Tulang sumsum ini diproses dari pemotongan “Balung” sampai proses perebusan selama 4 jam dengan bumbu rahasia racikan istri Gilang.
Yuk! sekarang suruput sumsumnya… Ini terasa lembut dan gurih pisan dimulut. Di campur sambel kacang pulus jeruk nipis, pasti nagih. Konsumen yang datang dari kota besar seperti Jakarta, bandung, Tasik, Bogor, tangerang sudah mencicipi kelezatan tulang sumsum M.Ebeng 


Harapan agar bisnis Gilang terus bertahan, dan di masa kedepan dapat buka cabang di kota lainnya, karena saat ini pruduk miliknya baru menjangkau wilayah Garut Raya. Sehingga proses distribusi terbantu dengan adanya ojek lokal di Garut, seperti Syukron Delivery, Fast Jek, Set Set delevery, si Cepot Delevery. Nah! Penasran liat produk IG @bakso_m.ebeng terus bisa langsung datang atau pesan di no 0821-1607-9208

Layers Cake Pertama di Garut

Elma lulusan sarjana teknik industri dari salah satu univeristas swasta terkemuka di Bandung. Elma yang punya hobi baking, memberanikan diri menjual fruit pai dari kostan  dari daerah Pasteur sebagai kreasi pertama yang di buat dengan coba Coba. Tanggapan positif dari konsumen di Bandung, Akhirnya dibawa Ke Semarang, untuk melanjutkan jualan fruit pai, setalah lulus kuliah (tahun 2012) dengan lebih serius melalui pemasaran  Online lewat instagram, dengan merk dagang  Elmapatisserie. Patisserie yang berarti kedai roti dan kue dalam bahasa Prancis yang dikombinasikan dengan namanya sendiri. Produk Elma di buat dari workshop rumah orang tua nya mendapatkan respond positif di Semarang, fruit pai dengan berbagi ukuran laris di beli oleh konsumen. 
Ketika makan Frut pai nya kita akan merasakan kekuatan produk Elma, Cream vanilla racikan Elma sanangat pas rasa manisnya di lidah, terlebih sangat enak ketika dimakan sekaligus.

Hasil jualan online sangat membuat Elma bahagia karena bisa menjadi modal dia untuk jalan dan kuliner. Suatu saat jalan-jalan di jakarta menemukan salah satu cake di Plaza Indonesia Jakarta. Layers cake ini sedang trend saat itu sehingga menarik Elma untuk mencoba membuat sendiri. Elma terus mencoba membuat komposisi layers cake, yang memakan waktu hampir kurang lebih satu tahun trial & error. Hingga Elma berhasil menemukan rasa yang di anggap pas buat di jual. Moto Elma “hidup maju terus pantang mundur” membuahkan hasil. Akhirnya penantian dan usaha membuat komposisi Layers cake terbayarkan dengan animo konsumen yang menyenangi dan menjadi produk favorit dari gerai Elma.  Usaha cake di kota Semarang berlangsung selama 5 tahun dan bisa balik modal dalam Jangka setahun. 

Seiring waktu Elma pun akhirnya menikah teman kampusnya dulu, yang kebetulan orang Garut. Setelah menikah Elma pun pindah bersama suami untuk tinggal di Garut. Dengan dukungan suami terhadap hobi Elma, akhirnya mereka memutuskan untuk buka kembali gerai kue dan roti di Garut, dengan brand yang sudah dimiliki Elma sebelumnya. Elma mengungkapan bahwa konsep bisnis diambil harus berbeda dari market yang ada, atau harus unik.

Sehingga kesan kita ketika datang ke Gerai Elma Pastiseries di Garut, nuansa warna kayu bekesan hangat, bertema ala Jepang. Tampak display cake dan roti hasil olahan Elma dipajang. Orang banyak yang beli untuk di bawa pulang dan pesanan untuk acara kantoran, atau acara keluarga. 
Di Gerai Elmapatisserie kita bisa menemukan Layers cake enak yang biasa di jual di Jakarta. Dengan harga yang bersiang dan nikmat bisa di nikmati di Garut juga. Rasa Layers cake pilihan green tea, cokat, dan oreo. Selain itu ada chiffon cake, rasa keju- cokalat, cheesecake, blue berry – oreo, red Valvet cake dan berbagai jenis roti. 
Kendala Harga yang terkait bahan baku, dimana rasa harus tetep terjaga namun harga jual harus terjangkau, tidak membuat Elma menyerah dan berusaha dengan harapan usaha Elma bisa bisa di kenal se-Garut Raya. Sehingga dapat membuka cabang di kota lainnya di Indonesia. Dalam berbisnis makanan juga, kita harus selalu berinovasi dalam menu,agar tetap diterima pasar.

Saat ini Elma di bantu 5 pegawai di gerainya Elmapatiserie yang buka dari jam 08.00 sampai 19.00. Kita bisa nikmati aneka jenis kue Elmapatisserie di jalan Cimanuk no 143 Jayaraga Garut, tapi klo takut kehabisan bisa made by order di 0881-400-7181, dengan menu dapat dilihat melalui IG: elmapatisserie

ti CAFE nu NYEMPOD

Yanti Susilawati, sekarang sering terlihat ke Pasar hampir tiap Hari ke Pasar Ciawitali. Pedahal sebelumnya sangat enggan dan malas untuk keluar rumah, namun hal ini berubah sejak mulai usaha CAFÉ NYEMPOD bulan september 2016. Usaha cafe yang bernama Nyempod ini di ambil atas saran keponakannya yang melihat letak rumah yang terpojok alias “nyempod” dalam bahasa sundanya.
Alkisah sebelum membuka usaha cafe ini, Yanti yang memiliki nama panggilan D Anti ini sempat bekerja di perusahaan garment di Cicalengka selama satu tahun, dan kena penyakit tifus. Akhirnya D Anti harus badrest. Sambil iseng D Anti  coba buat seblak sendiri dan photonya di pasang di bbm, dan mulai banyak orderan untuk produk. Dengan konsep sales on delivery, dari seblak cilok bumbu kacang mulai dikirim di sekitaran Garut kota, ke teman teman dan pembeli lainnya.

 

Lambat laun bisnis pengiriman makanan jadi ini menjadi ramai, sehingga berawal dari idea temen kantor D Anti dulu, untuk membuka usaha café rumah dengan konsep lesehan. Dengan  izin untuk buka cafe di rumah, dan di bantu modal orang tua. Akhirnya muncul lah konsep cafe rumah Nyempod. Pekarangan rumah yang di jadikan tempat lesehan, ruang tamu dan ruang keluarga dapur di jadikan tempat produksi. 
Jadi klo dateng ke cafe nyempod ini kita akan merasa seperti tamu ke sebuah rumah, dengan keramahan pemiliknya. Pengunjuang dapet langsung  melihat kesibukan pemilik cafe, yang di bantu oleh kakanya, dalam menyajikan berbagi macam hidangan. Hasil kreasi D Anti yang berawal dari coba-coba akhirnya mendapat respond baik dari konsumen,dari anak sekolah, mahsiswa dan eksekutif muda.

Di Cafe Nyempod kita bisa menemukan menu andalan seperti aneka cemilan, seperti seblak tulang bacil yang memiliki cita rasa sendiri, cigor Atau cilok goreng yang kenyal dan renyah berisi telor, tulang krispy, dan Steak Ayam Nyempod yang enak  gurih…. Disertai nuansa rumah, free wifi, dialuni musik kekinian pastinya menjadi favorit pengunjung. Sambil di suguhi makan lejat dengan harga yang sangat terjangkau, membuat pengunjung ingin kembali lagi ke Café Nyempod

Selain membuka orderan on delevery produk lain yang jadi andalan Cafe Nyempod adalah Bola-bola Susu. Diawali dengan membeli bola susu yang di jual Online, akhirnya mecoba membuat sendiri, dimodifikasi mulai di tawarkan ke relasi.  Sehingga mulai banyak permintaan dari konsumen emakin banyak. Bola Susu Café Nyempod ini sangat memiliki ciri khas, klo di makan terasa susunya dan tidak terlalu keras. Namun suatu saat di datangi seorang resaler yang mau membantu menjualkan, tapi  dalam perjalanan tidak kembali barang dan uang. Dari keadaan ini medorong D Anti untuk lebih berhati-hati dalam mencari rekan bisnis, seperti penampung atau resaler baru, sehingga dapat saling menjaga kepercayaan dan keberlansungan bisnis bersama.

Berbisnis itu perlu keberanian dan pengorbanan tapi karena hobi dan di senangi insyaallah bisa di lalui, dari pengalaman menjalani usaha sebagai salah satu kunci sukes dalam berbisnis yakni mendengarkan masukan dari konsumen, sehinggga feedback itu sebagai bahan perbaikan layanan dan produk yang kita dijual” ungkap D Anti. Keberhasilan usaha Café Nyempod ini terbukti sudah balik modal, dan saat ini dapat menunjang kebutuhan harian dapur orang tua di rumah dan dapat mempekerjakan orang sekitar rumahnya. Harapan D Anti ke depan bisa mengembangkan bisnisnya, buka cabang Cafe Nyempod nya sehigga memberikan kesempatan kerja bagi orang banyak.

Follow Instagram @cafenyempod lalu langsung datang ke Café Nyempod untuk menikmati menu andalan mereka  di Jln. Pataruman Gang Sukasari I. (depan lapangan Voli). Atau bisa oder langsung ke 082214992030

Kreasi Dapur Teh Fera

Fera Kusniawati adalah seorang ibu rumah tangga yang berbisnis dari hobi memasak secara otodidak. Berawal bisnis Teh Fera bersama suami berbisnis di budidaya  jamur yang melimpah,  memberkan idea untuk membuat produk jamur krispy. Dengan Harga kemasan yang menarik dan persaingan di pasaran belum banyak. Suami Teh Fera pun mencoba untuk membuat kemasan jamur krispy nya sendiri. Kemasan yang terbuat dari paper metal, buatan sendiri menjadi alternatif untuk kemasan, lebih baik untuk menambah nilai jual dan umur produknya, selain sebagai alternatif menekan cost produksi. Produksi dan penjulan yang cukup lancar, distribusi pun mulai merambah ke luar kota lain. Namun  jalan lebih dari satu tahun, pasangan suami istri ini ditipu oleh salah satu  distribusi dari resaler luar kota, dengan jumlah produk cukup banyak tidak dibayar, sehingga menghambat process produksi.

Suami Istri ini pun tetap bangkit membulatkan tekad berbisnis dan berkarya dengan kreasi dari dapur mereka. Teh Fera yang suka memasak, dibantu oleh suami dalam memasarkan dan pendistribusian hasil  kreasi nya.  Suatu saat berawal dari nonton tv, mendapatkan inspirasi buat roti isi cireng, terkenal “urang sunda beuki berbahan aci acian”. Nah dari inspirasi roti gulung Cibay (aci nga gebay) Inovasi ini  pioneer, hasil mengamati  dan memodifikasi menjadi produk baru yang memiliki ciri khas ini sebagai andalan Teh Fera, untuk tetap di terima oleh pasar. Kudapan ringan bergizi, dan enak, dari roti isi cireng ini dinamkan Rotciz. Target market Rotciz adalah semua usia, luar renyah ditengahnya “melted” cireng yang gurih berlabur ayam suwir. Bisa di dapatkan di jalan Bratyuda depan SMP 6 Garut Kota.

Adapun aneka kreasi lain seperti pudding bertentuk telur, menarik mata, selain tampak indah, ketika dinikmati, sangat lembut, dengan rasa manis yang pas, cocok di sajikan saat dingin ini pasti jadi favoit keluarga Teh Fera, dan konsumen. Sekali coba pasti ketagihan, kerana pas untuk kudapan ringan yang cocok di sajikan saat kumpul keluarga.

Jenis makanan basah dan tradisional seperti Cilok, cireng, tahu selimut, pisang aroma, aneka jenis kolak, dan kue bolu. Menjadi andalan Teh Fera dalam berkarya dan menjadi andalan dirinya yang harus terus berkreasi. Semua jenis makanan buatan Teh Fera ini cocok sekali menemani kita saat kumpul keluarga, meeting atau kegiatan kita sehari hari lainnya. Teh Fera dan suami berpendapat bahwa kita harus dapat mengikuti aturan pemerintah sepreti sertifikat, PIRT, Halal, IUMK, untuk lebih memiliki kekuatan legalitas, memenuhi harapan masyarakat rasa  aman dan kehalalan bagi semua muslim. Pastinya penasaran  untuk segara dapat menikmati makanan kreasi Teh Fera, langsung order di 0853-5323-0230