Barber Man Lembur Sukses di Jakarta

Tukang cukur atau biasa disebut Barber men (istilah Bahasa Inggris) ini salah satu profesi yang di miliki oleh Kang Deni Ramadani, urang asli Garut ti daerah Bayuresmi. Profesi Kang Deni juga sama dengan profesi dari almarhum Ayah dan Kakeknya. Dari dulu belajar potong rambut secara otodidak terlebih dia lahir dari kampung Parung Banyuresmi yang sangat dikenal daerah tukang cukur hampir semua penduduk pria disini pandai mencukur rambut. Ulet sabar, mental yang kuat menjadi bekal dasar profesi ini. Berawal dari kampung Parung hingga sampai di Jakarta sampai berpengalaman mencukur tokoh tokoh Nasional di sana.

Menurut Kang Deni profesi tukang cukur, barber men, atau hairstylist itu sangat menjanjikan, dari segi pendapatan mereka cukup besar. Terlebih profesi yang bekerja di daerah perkantoran Sudirman dan Thamrin Jakarta. Pendapatan barber men yang profesioinal di pusat perkantoran Jakarta sekitar Rp.10.000.000. – Rp.20.000.000 per bulan. Tidak mengherankan hal ini mengakibatkan satu kampong atau daerah di Banyuresmi memiliki tarap kehidupan ekonom yang baik, bersumber dari keterampilan pangkas rambut.

Ngumbara dari tahun 1998-2001 bekerja ke orang lain. Saat ini Kang Deni memliki usaha sendiri pangkas rambut bermerk SMILE di Jakarta 3 cabang, Haji nawi, Radio dalam, Podok labu dan kerja sama dengan rekanan bisnis dengan merk PAX di Melawai, Petukangan Jakarta. Di Bandung Smile dibuka 2011 dan Tasik PAX jln perintis kemerdekaan  tahun 2009. Di setiap cabang usahanya Kang Deni menempatkan pegawainya yang profesional dan orang magang. Orang magang ini berasal dari sekitar tempat usaha dan bisanya anak sekolah atau mahasiswa, biar “sekolah ok kerja OK…” di berikan fleksibelitas waktu kerja.  Menurut Kang Deni standart layanan bisnis potong rambut disesuaikan target market adalah sangat penting, dari segi pemilihan tempat usaha sampai penentuan harga jasa potong rambut yang diberikan.

Kang Deni kembali di Garut tahun 2014 awalnya bisnis toko oleh-oleh seperti Dodol, tapi beralih ke ke potong rambut lagi di tahun 2016. Usaha potong rambut bermerk SMILE mendapatkan respond bagus dari konsumen Garut. Ketika datang para konsumen di suguhi dodol gratis, minuman, dalam ruangan nyaman ber-AC di Gerai SMILE yang beralamat Jln Mereka no.135 Tarogong Garut.

Alhamdulilah cita-cita dan harapan di usia pensiun untuk tinggal di kampung nyaman, usaha tetep jalan di cabang, anak anak sekarang bekerja di perusahaan penerbangan di sriwijaya, dan Malaysia air, tapi mereka tetap pintar potong rambut loch …..sahut Kang Deni. Apapun profesi kita yang penting tetap profesional. Dari Banyuresmi Garut ke Jakarta, dari cukur rambut, barber man, hair stylist untuk bangsa, biar Pria Indonesia tetap bisa bergaya.

Cuci Mencuci di DJava Laundry

Teh Aida, adalah salah seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak, sebelumnya sudah mencoba berbagai bisnis seperti jual beli. Teh Aida melihat trand Laundry itu cukup menjanjikan, karena hampir setiap rumah tangga selalu melakukan aktifitas rutin yang satu ini terutama ibu rumah tangga. Terlebih saat sekarang banyak wanita karir yang memiliki sesibukan, sehingga perlu bantuan untuk mencuci pakaiannya di rumah. Contoh lain pekerja dan mahasiswa yang sibuk dengan tuntutan pekerjaan di kantor juga sering kali tidak memiliki waktu untuk mencuci. Jadi trend mencuci dengan jasa laundry akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perubahan pola pikir masyarakat, yang ingin lebih praktis dan simple dalam hal mencuci pakaian.

Oleh sebab itu dengan keterbatasan modal dan tenaga kerja Teh AiIda, tetap membuka bisnis laundry nya yang bernama Djava Laundry yang beralamat di Jln. Merdeka No.98 Tarogong Garut. Konsep yang bertemakan modern minimalis di kombinasi dengan nuansa batik, bisa di langsung datang ke Gerai untuk mencuci segala jenis pakaian, karpet, boneka dan peralatan lain. Harga yang cukup bersaing di harapkan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membersihkan pakaian mereka di Djava Laundry dengan slogannya “Kekuatan Kebaikan”. Impian Teh Aida agar bisa membuka cabang atau keagentan sebagai pengembangan usaha. Oleh karena itu menurut Teh Aida penting sekali untuk mengikuti aturan pemerintah  terkait legalitas sesuai peraturan pemerintah yang berlaku, untuk memperkokoh bisnis.